Senin, 14 April 2014

Si Kecil Aktif Generasi Platinum

"Duh aktif banget ya, kok nggak takut ya sama orang? Biasanya bayi 'kan nangis kalau digendong orang yang baru ketemu," kata mbak Tutut tetangga baru saya.
Begitulah hampir setiap orang yang ketemu Kiora berkomentar. Dari mbak - mbak SPG, ibu - ibu arisan, sampai simbahnya di luar kota yang baru ketemu Kiora pertama kalinya heran karena bayi mungil ini mau ikut begitu saja tanpa rasa takut.
Saya bersyukur karena pribadi saya cenderung introvert, punya putri yang friendly dan sumeh (murah senyum). Mungkin itu warisan dari papanya, Angga, yang memang pemberani dan suka tampil di depan umum.
Lucunya putri saya ini kalau baru pertama kali ketemu seseorang dan dia nggak diacuhkan, dia bakal menatap orang itu terus sampai orang itu menyapa dia.
Pernah suatu kali Kiora, papanya dan saya makan di restoran pizza dekat rumah. Kami duduk di ruangan bebas rokok. Di situ ada sekumpulan turis Jepang dua perempuan dan satu laki - laki. Entah mungkin cara bicara mereka yang unik di telinga Kiora atau apa, si mungil ini tertarik dan terus memerhatikan mereka sementara mereka sibuk ngobrol dengan bahasanya.
Mas Angga dan saya menikmati santapan kami, sementara Kiora masih kepo melihat turis - turis itu.
Entah mungkin kasihan melihat tatapan Kiora yang memelas kalau nggak digubris, atau nggak enak hati, akhirnya si turis laki - laki mendatangi Kiora. "Kawaii, kawaii," dia bilang. Kiora langsung senyum sumringah lalu ngoceh kegirangan *mamanya geleng - geleng*

Yap, karenanya saya sebagai mama dibantu sang papa, neneknya Kiora, budhenya sama om'nya (se-KK disebutin :P) harus menjaganya dengan baik karena dia nggak takut sama orang. Justru sedikit menakutkan saya karena banyak berita tentang anak diculik. Haduuuh, pokoknya my eyes keep on you Kio !
Apalagi kalau sudah bisa jalan nanti, pasti bergerak lincah kemana - mana. Secara masih merangkak aja dengan rasa kepo to the max Kiora udah menjelajah dari kamar ke kamar, ruang makan sampai dapur. Dan hobinya itu lho: memanjat *tepok jidat*
Budhenya bilang, "Kiora ini berdiri sendiri belum tegak kok sudah berani manjat ya." Haha. Anak saya ini memang ambisius, kalau pengen sesuatu harus diraih (dipegang) walau harus mengorbankan mamanya untuk jadi panjatan. My eyes still keep on YOU Kio !

Soal parenting, Kiora ini anak pertama saya dan mungkin saya nggak sepintar ibu - ibu lain yang sudah berpengalaman. Saya cuma mencoba seluwes mungkin jadi seorang ibu sekaligus sahabat buat Kiora.
Saya ingin menjadi orang pertama tempat dia berbagi pengalaman ketimbang jadi ibu yang terus menerus menuntut nilai bagus saat tiba waktunya sekolah. Harapan saya sih saya sesabar itu :p
Tentu saja nggak semua yang terbaik yang pernah saya rencanakan buat Kiora berhasil, contohnya saat gagal ASI eksklusif.

Kiora cuma sempat minum ASI selama 2,5 bulan itupun diselingi susu formula. Sejak awal ASI saya nggak lancar walau sudah makan banyak daun katuk, minum suplemen asi, sering disusui Kiora tetap saja nggak deras. Sedih rasanya....
Nah sebagai pendamping ASI saya percayakan pada Morinaga BMT. Kemudian waktu Kiora 2,5 bulan produksi ASI saya benar - benar berhenti karena kerja juga, saya mulai rutin memberi BMT pada Kiora. Untungnya Kiora cocok sampai sekarang dia masih minum susu formula lanjutan produksi Morinaga, Chil Mill.
Soal perkembangannya, saya bersyukur karena 2,5 bulan Kiora sudah bisa tengkurap sendiri. 5 bulan bisa balik badan dari tengkurap ke telentang. 6 bulan duduk sendiri, dan 6,5 bulan sudah berdiri rambatan.
Sekarang 9 bulan sedang belajar berdiri sendiri dan ya hobinya itu, panjat - panjat.

Kiora 2,5 bulan tengkurap sendiri, sampai mukanya merah

6,5 bulan rambatan
Susunya Kiora sekarang tahap 2 ^^

Banyak yang takut - takutin saya kalau nggak ASI nanti anak gampang sakit lho, gini lho, gitu lho.... Lah mau gimana memang ASI saya sudah mampet pet. Nyatanya Kiora minum susu formula Morinaga diimbangi stimulasi yang sesuai gerakannya lincah berarti perkembangan motoriknya bagus, sehat jarang sakit, pencernaannya lancar, gampang beradaptasi: cerdas secara sosial, perkembangan bahasanya sesuai umur. Yang membuat saya senang usia 8 bulan Kiora sudah bisa ngomong "mama, papa". Bahagia banget waktu dia berdiri rambatan lihat foto nikahan saya dia bilang, "ma ma ma pa pa" :')

Kiora juga sudah paham kalau saya pegang HP, dia bialng "papa". Maksudnya dia minta telepon papa karena memang papanya di luar kota. Kemudian dia dan mas Angga ngobrol bersama dengan bahasa Indonesia ala papa dan bahasa bayi pa pa ca ca ca, sweet moment.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar